Acun Ilicali Sebut Kritik Pundit soal Hull City ‘Laughable’

Kritik pundit soal peluang Hull City bertahan di Premier League musim ini mendapat respons keras dari pemilik klub, Acun Ilicali. Dua pundit yang dimaksud adalah Joe Cole dan Carlton Cole, yang mencemooh Hull City dalam podcast The Dressing Room. Acun Ilicali pun membalas melalui media sosial dan menyebut ejekan mereka justru lebih menggelikan daripada hal yang mereka olok-olok.

Polemik ini mencuat di tengah persiapan Hull City menjelang musim pertama mereka di kasta tertinggi sejak 2017. Klub asal Yorkshire itu baru saja memastikan promosi lewat kemenangan dramatis di menit akhir atas Middlesbrough pada final play-off Championship di Wembley. Karena itu, kritikan yang dianggap meremehkan perjuangan klub langsung memantik reaksi keras dari pemilik maupun pelatih.

Acun Ilicali

Joe Cole dan Carlton Cole Cemooh Peluang Hull City di Podcast

Dalam podcast The Dressing Room, Joe Cole yang merupakan mantan gelandang Chelsea dan timnas Inggris mengaku sempat ditawari menjadi pundit pada laga pembuka Hull City musim ini. Namun, ia menolak tawaran tersebut sembari melontarkan keraguan besarnya terhadap kemampuan Hull City bertahan di Premier League. Bahkan, ia mengaku akan sangat terkejut jika Hull City mampu menghindari degradasi di akhir musim.

Keraguan Joe Cole itu kemudian diperkuat dengan candaan yang menyertainya. Ia bercanda bahwa Hull City masuk ke Premier League lewat pintu belakang dan menyelinap masuk, merujuk pada cara Hull meraih promosi melalui jalur play-off. Sikap ini pula yang akhirnya memantik kemarahan Acun Ilicali, yang merasa klub dan kota kebanggaannya direndahkan oleh orang-orang yang tidak memahami perjuangan timnya.

Acun Ilicali Kritik Pundit: ‘Mereka Justru Lebih Menggelikan’

Menanggapi pernyataan kedua pundit tersebut, Acun Ilicali tidak tinggal diam. Melalui unggahan di media sosial, pemilik Hull City itu mengungkapkan kekecewaannya melihat kota yang ia cintai dikritik oleh orang-orang yang seharusnya lebih tahu. Ia juga menegaskan bahwa Hull City sejak lama terbiasa diremehkan dan justru menikmati perlakuan semacam itu.

Ilicali kemudian menilai sikap dua mantan pemain yang mengolok-olok klub yang promosi secara layak itu jauh lebih menggelikan daripada hal-hal yang mereka tertawakan. Ia bahkan mengisyaratkan bahwa rasa diremehkan tersebut justru menjadi bagian dari kebanggaan klub. Bagi Ilicali, kritik semacam ini tidak akan menggoyahkan tekad Hull City untuk membuktikan diri di Premier League.

Perjalanan Berat Hull City: Nyaris Terdegradasi hingga Promosi Dramatis

Kritik para pundit itu bukannya muncul tanpa dasar, mengingat perjalanan Hull City menuju Premier League sangat berliku. Hull terakhir kali merasakan atmosfer kasta tertinggi pada 2017, dan sejak itu mereka mengalami berbagai masa sulit. Pada 2025, klub ini bahkan nyaris terdegradasi ke League One dan hanya selamat berkat keunggulan selisih gol.

  • Terakhir tampil di Premier League pada 2017.
  • Pada 2025 nyaris terdegradasi ke League One dan selamat hanya karena selisih gol.
  • Promosi diraih lewat kemenangan menit akhir atas Middlesbrough di final play-off Championship di Wembley.

Kegigihan Hull akhirnya membuahkan hasil pada Mei lalu ketika mereka menang dramatis di menit akhir atas Middlesbrough di final play-off. Gol penentu tersebut mengunci tiket promosi ke Premier League dan sekaligus mengubah status Hull menjadi tim promosi yang layak diperhitungkan. Momen itulah yang kini dipegang pihak klub sebagai bantahan atas berbagai bentuk keraguan dari luar.

Sergej Jakirovic: Kritikan Jadi Motivasi untuk Membuktikan Mereka Salah

Pelatih Hull City, Sergej Jakirovic, juga angkat bicara menanggapi polemik ini pada Kamis lalu. Ia menilai kritik yang dilontarkan para pundit justru menjadi motivasi besar bagi timnya untuk membuktikan bahwa mereka salah. Jakirovic mengakui perjuangan di Premier League tidak akan berjalan mudah, tetapi setidaknya timnya siap bertarung.

Lebih lanjut, Jakirovic menegaskan bahwa Hull City tidak membawa beban apa pun musim ini. Semua pemain diminta bermain untuk diri mereka sendiri dan menunjukkan potensi terbaik di lapangan. Prinsip tersebut diharapkan mampu menjadi modal berharga ketika Hull menghadapi tekanan dari lawan-lawan yang lebih diunggulkan.

Carlton Cole Bela Diri: Itu Hanya Candaan, Saya Cinta Hull City

Di tengah memanasnya polemik, Carlton Cole yang pernah membela Chelsea dan West Ham serta mencatatkan tujuh penampilan untuk timnas Inggris ikut angkat bicara. Ia mengunggah video klarifikasi untuk membela komentar-komentarnya di podcast The Dressing Room. Menurutnya, apa yang ia dan Joe Cole sampaikan hanyalah candaan khas dunia sepak bola.

Carlton Cole juga menegaskan bahwa dirinya sebenarnya sangat menyukai Hull City dan tidak berniat merendahkan klub tersebut. Ia berharap dengan menyebut semua itu sebagai banter, polemik ini tidak melebar menjadi perseteruan yang lebih panjang. Namun, respons keras dari pihak Hull City menunjukkan bahwa candaan semacam itu tetap bisa terasa menyakitkan, terutama bagi klub yang baru saja merayakan pencapaian besar.

Belanja £70 Juta dan Ujian Perdana Kontra Manchester United

Hull City sendiri nyatanya tidak datang dengan tangan kosong untuk menghadapi musim Premier League ini. Klub dilaporkan menghabiskan dana sekitar £70 juta untuk mendatangkan pemain-pemain baru selama musim panas. Angka tersebut menunjukkan keseriusan manajemen dalam membangun skuad kompetitif, sekaligus membantah anggapan bahwa Hull hanya menjadi pelengkap di kasta tertinggi.

Ujian pertama langsung datang berat karena Hull City dijadwalkan bertemu Manchester United pada laga pembuka akhir pekan ini. Pertandingan melawan salah satu klub terbesar Inggris itu akan menjadi tolok ukur awal kesiapan tim asuhan Jakirovic. Jika mampu tampil solid, Hull bisa langsung mengirim sinyal bahwa mereka layak diperhitungkan sepanjang musim.

Pada akhirnya, polemik antara Acun Ilicali dan para pundit ini justru bisa menjadi bahan bakar bagi Hull City untuk membuktikan eksistensi mereka di Premier League. Dengan modal promosi dramatis, belanja pemain besar, serta motivasi membungkam para peragu, Hull punya alasan kuat untuk optimistis. Kini tinggal bagaimana mereka membuktikan semuanya di lapangan, dimulai dari laga kontra Manchester United.