FA Minta Inggris U20 Tetap Jalan Seperti Biasa
Pelatih Inggris U20, Lydia Bedford, mengungkapkan bahwa Federasi Sepak Bola Inggris (FA) memintanya untuk tetap melanjutkan persiapan seperti biasa jelang Piala Dunia Wanita U20 bulan depan. Instruksi ini muncul di tengah ancaman boikot Piala Dunia Wanita U20 yang dilontarkan UEFA sebagai buntut perseteruan dengan FIFA. Bedford mengaku belum terlalu memikirkan gambaran besar di balik konflik tersebut ketika ia bersiap mengumumkan skuad Young Lionesses pekan depan.

Ketegangan ini berakar dari rencana Presiden FIFA Gianni Infantino yang hendak menjual sebagian saham Piala Dunia dan kompetisi lain kepada investor swasta. UEFA bersama 55 federasi anggotanya langsung merespons dengan ancaman boikot terhadap seluruh ajang FIFA. Kendati proposal Fifa Forward Enterprise (FFE) telah ditinggalkan awal bulan ini, ancaman tersebut masih berlaku dan Piala Dunia Wanita U20 menjadi kompetisi pertama yang berpotensi terkena imbasnya.
Instruksi FA: Lanjut Seperti Biasa
Berbicara kepada BBC Sport di Portugal seusai Inggris memenangi laga uji coba kontra Portugal, Bedford untuk pertama kalinya buka suara soal potensi boikot tersebut. Ia mengaku pertama kali mendengar kabar ini dari ayahnya yang menelepon di luar dugaan saat ia tengah berada di sebuah teater di London. “Ayah menelepon dan saya seperti, ‘Apa yang terjadi?’” kenang Bedford.
Menurut Bedford, pesan dari para pemimpin FA sejak awal selalu sama, yakni “lanjutkan seperti biasa”, dan timnya melakukan hal itu. Ia bahkan mengaku isu boikot ini belum dibicarakan dengan para pemainnya karena setiap kesempatan untuk berlatih dan menyiapkan tim harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. “Jadi semua fokus kami tertuju pada hal itu,” tegasnya.
Kronologi Boikot Piala Dunia Wanita U20
Perseteruan ini bermula dari rencana kontroversial Infantino untuk menjual saham Piala Dunia dan berbagai kompetisi FIFA kepada investor swasta. Langkah tersebut dinilai sejumlah pihak mengancam tata kelola dan integritas sepak bola dunia. UEFA bersama 55 federasi anggotanya pun bereaksi keras dengan mengancam memboikot seluruh kompetisi FIFA.
Meski proposal FFE sudah dibatalkan pada awal bulan ini, sikap UEFA ternyata tidak berubah. Alhasil, Piala Dunia Wanita U20 yang dijadwalkan bergulir pada 5-27 September menjadi turnamen pertama yang berada dalam bayang-bayang pembatalan. Berikut sejumlah fakta yang perlu diketahui:
- Turnamen akan berlangsung pada 5-27 September.
- Enam tim Eropa dipastikan ambil bagian.
- Belum ada satu pun tim yang memberi tahu tuan rumah Polandia soal pengunduran diri.
Pemain Terbelah Soal Boikot
Di tengah ketidakpastian soal nasib turnamen, para pemain justru terbelah dalam menyikapi wacana boikot Piala Dunia Wanita U20. Gelandang serang Polandia, Weronika Arasniewicz, dengan tegas menolak wacana tersebut. “Jangan lakukan itu. Biarkan sepak bola tetap ada. Mari nikmati sepak bola,” ujar Arasniewicz kepada BBC Sport.
Arasniewicz mengaku akan sangat kecewa bila turnamen ini batal digelar karena ajang sebesar Piala Dunia selalu istimewa dan tak ada yang tahu berapa banyak kesempatan yang tersisa di depan. Di kubu lain, bek internasional Inggris Lucy Bronze justru menilai boikot terhadap kompetisi FIFA adalah langkah yang tepat “demi kebaikan olahraga ini”. Bronze tetap meyakini sikap itu layak diambil meski berdampak pada sepak bola wanita.
Menanggapi pernyataan Bronze, Bedford enggan berkomentar banyak. Ia menegaskan fokusnya hanya pada persiapan tim dan jika ada kesempatan terbang ke Polandia, timnya akan datang dalam keadaan siap bertanding. “Jadi saya belum terlalu memikirkan gambaran besarnya, tapi pesan saya tetap lanjut seperti biasa dan itu yang akan kami lakukan,” jelas Bedford.
Persiapan Inggris Menuju Polandia
Bedford ditunjuk sebagai pelatih tim U-23 putri Inggris pada Maret lalu, dan sebagai bagian dari peran tersebut ia memimpin Young Lionesses di turnamen Polandia nanti. Sebelum berangkat, timnya menjalani uji coba melawan Portugal U20 di Lisbon pada Kamis lalu dan menang dengan skor 2-0. Kemenangan itu dinilai Bedford sebagai bukti kualitas dan kedalaman skuad yang dimilikinya.
“Saya sangat bangga pada para pemain. Dari awal hingga akhir pertandingan hari ini kami menunjukkan kualitas dan kedalaman skuad ini,” kata Bedford. Ia pun mengaku menghadapi tugas yang amat sulit saat harus memilih tim final pekan depan. “Saya punya keputusan yang sangat sulit untuk menentukan tim yang akhirnya berangkat,” tambahnya.
Situasi Piala Dunia Wanita U20 memang masih menggantung di tengah konflik UEFA dan FIFA yang belum tuntas. Namun, di tengah ketidakpastian itu, Bedford dan timnya memilih jalan pragmatis dengan terus berlatih dan bersiap. Jika turnamen tetap bergulir sesuai jadwal, Inggris akan hadir di Polandia dalam kondisi terbaik, dan sikap itulah yang kini paling masuk akal di tengah hiruk-pikuk politik sepak bola dunia.
