Derbi Old Firm tanpa suporter tandang akan mewarnai rivalitas Rangers dan Celtic pada musim ini. Keputusan tersebut berlaku untuk seluruh pertemuan kedua tim di Scottish Premiership maupun Premier Sports Cup. Ini merupakan hasil kesepakatan antara dua klub Glasgow dengan Scottish Professional Football League (SPFL) melalui sebuah pengaturan sementara.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari tinjauan independen yang dilakukan Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) terhadap insiden perempat final Piala Skotlandia musim lalu. Laga yang berlangsung di Ibrox itu diwarnai kerusuhan dan aksi masuk lapangan dari kedua kubu pendukung. Sejak saat itu, evaluasi soal keamanan dan pengaturan tiket menjadi pembahasan utama di antara para pemangku kepentingan sepak bola Skotlandia.
Bermula dari Kericuhan Laga Perempat Final di Ibrox
Keputusan meniadakan suporter tandang di laga Old Firm tidak bisa dilepaskan dari peristiwa 8 Maret lalu. Pada hari itu, Rangers dan Celtic bertemu di Ibrox pada perempat final Piala Skotlandia dan Celtic keluar sebagai pemenang melalui adu penalti. Selepas kemenangan tersebut, suasana berubah ricuh dan sejumlah penonton dari kedua kubu masuk ke lapangan.
Perhatian khusus pun tertuju pada jumlah penonton tamu yang hadir saat itu, yakni sekitar 8.000 pendukung Celtic. Jumlah ini jauh lebih besar daripada alokasi suporter tandang yang diberikan pada derbi Old Firm di kompetisi liga dalam beberapa musim terakhir. Penyebabnya, aturan tiket Piala Skotlandia memang berbeda dengan aturan yang dipakai di laga liga reguler.
Old Firm Tanpa Suporter Tandang: Isi Pengaturan Sementara
Pengaturan sementara yang diumumkan SPFL ini memastikan setiap laga Old Firm musim ini tak lagi menyediakan alokasi tiket untuk suporter tandang. Kebijakan ini berlaku untuk pertemuan Rangers dan Celtic di Scottish Premiership maupun Premier Sports Cup. Sebelumnya, SFA juga sudah menjatuhkan sanksi berupa kewajiban bagi kedua klub untuk memainkan laga kandang berikutnya di Piala Skotlandia di balik pintu tertutup.
Dalam pernyataan resminya, SPFL menjelaskan alasan di balik pengaturan ini. Waktu yang ada akan digunakan oleh kedua klub, SPFL, Kepolisian Skotlandia, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengkaji temuan sekaligus rekomendasi dari tinjauan independen. Selain itu, seluruh pihak juga membutuhkan waktu untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan serta menyusun perencanaan pertandingan ke depan secara lebih matang.
SPFL juga menyebut kebijakan ini memberikan kepastian yang lebih besar bagi suporter dan pihak-pihak yang terlibat dalam perencanaan hari pertandingan. Dengan begitu, ketidakpastian berulang soal pengaturan tiket pada setiap laga bisa dihindari. Semua pihak berkomitmen bekerja secara konstruktif selama periode ini berlangsung, dengan keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama.
Dua Laga Old Firm yang Terdampak Langsung
Dampak dari kebijakan ini langsung terasa pada dua laga Old Firm yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Keduanya akan berjalan tanpa kehadiran suporter tandang di tribun. Berikut jadwalnya:
- 13 September — Rangers menjamu Celtic di Premier Sports Cup di Ibrox.
- Seminggu kemudian — laga Scottish Premiership di Celtic Park dengan Celtic sebagai tuan rumah.
Sebelum kebijakan ini diumumkan, Rangers sempat mengusulkan alokasi suporter tandang yang dipangkas menjadi 300 tiket untuk laga Premier Sports Cup. Namun, usulan tersebut ditolak oleh Celtic. Setelah melalui pembicaraan dengan SPFL, keputusan yang lebih menyeluruh pun diambil, yakni meniadakan suporter tandang untuk semua laga Old Firm musim ini.
