blog slot

Minat Chelsea dan MU pada Transfer Myles Lewis-Skelly

Kabar transfer Myles Lewis-Skelly mendadak menyeruak di bursa musim panas ini. Chelsea dan Manchester United dikabarkan tertarik memboyong gelandang muda Arsenal tersebut menyusul laporan sejumlah media pada Selasa lalu. Meski begitu, pihak Arsenal membantah bahwa mereka telah secara aktif menawarkan pemain berusia 19 tahun itu kepada klub mana pun.

Ketertarikan dua klub besar Inggris ini muncul di tengah situasi yang memang sedang tidak menentu bagi Lewis-Skelly di Emirates Stadium. Musim lalu, ia sempat kehilangan tempat di hierarki tim utama dan dirumorkan bisa dilepas oleh manajemen Arsenal. Namun, performa apiknya selama pramusim kembali membuka peluang untuk menembus tim inti, sekaligus membuat masa depannya semakin menarik untuk diikuti.

Minat Chelsea dan Manchester United pada Transfer Myles Lewis-Skelly

Menurut laporan yang dirangkum BBC Sport, Lewis-Skelly menjadi target dua klub besar Premier League. Seorang sumber menyebut pemain jebolan akademi Arsenal itu sempat ditawarkan ke Manchester United pada Januari lalu. Akan tetapi, Arsenal menegaskan bahwa mereka tidak pernah secara aktif menawarkan pemainnya ke tim mana pun, termasuk kepada Setan Merah.

Chelsea juga mengakui bahwa mereka sempat diberi kesempatan untuk merekrut Lewis-Skelly. Namun, klub asal London Barat itu dinilai tidak akan menambah bek kiri baru karena sudah memiliki Jorrel Hato dan rekrutan anyar Pep Chavarria. Terlebih, Chelsea tidak bermain di kompetisi Eropa musim ini, sehingga jumlah laga mereka tidak sebanyak klub-klub papan atas lain yang berlaga di multikompetisi.

Dengan enam gelandang tengah yang sudah menghuni skuad, ruang gerak Chelsea pun semakin sempit. Ada kemungkinan Enzo Fernandez dijual dan Dario Essugo dipinjamkan pada bursa kali ini. Namun, tanpa adanya penjualan besar terlebih dahulu, Chelsea tampaknya tidak akan benar-benar masuk ke bursa untuk merekrut Lewis-Skelly.

Perjalanan Karier Lewis-Skelly di Arsenal

Lewis-Skelly menjalani musim terobosan yang luar biasa pada 2024-25. Ia berkembang pesat menjadi salah satu bek muda terbaik di Premier League dan berhasil menembus skuad utama Inggris. Ia bahkan tercatat sebagai pemain termuda yang mencetak gol pada debutnya bersama Tim Tiga Singa.

Berkat pencapaian impresif itu, pemain jebolan akademi Arsenal mendapat kontrak baru berdurasi lima tahun pada musim panas berikutnya. Namun, musim lalu justru menjadi ujian berat baginya. Ia sempat tergeser ke urutan ketiga di posisi bek kiri, di belakang Riccardo Calafiori dan Piero Hincapie.

Kabar dari internal klub menyebut Arsenal sempat mempertimbangkan untuk mendengar tawaran yang masuk untuk Lewis-Skelly. Bahkan pada April lalu, sumber klub mengindikasikan mereka ingin meraup minimal 100 juta pound sterling secara total dari penjualan Lewis-Skelly dan Ethan Nwaneri. Akan tetapi, kebangkitan apik Lewis-Skelly di akhir musim, saat dimainkan di posisi naturalnya sebagai gelandang tengah, tampaknya mengubah perhitungan klub.

Alasan Manchester United Memburu Bek Kiri

Manchester United memang tengah membutuhkan tambahan tenaga di posisi bek kiri. Rekrutan anyar mereka, Patrick Dorgu, lebih banyak dimainkan di peran menyerang sepanjang pramusim ini. Dorgu juga sempat banyak bergelut dengan cedera setelah Michael Carrick mengambil alih kursi manajer, dan seluruh penampilannya di Premier League di bawah Carrick terjadi di posisi sayap atau peran menyerang yang lebih luas.

Luke Shaw memang menjadi starter di setiap laga Premier League musim lalu, tetapi catatan kebugarannya secara keseluruhan masih dianggap rapuh. Karena itu, United membutuhkan opsi lain yang lebih bisa diandalkan di sisi kiri pertahanan. Mereka juga sempat dikaitkan dengan Lewis Hall dari Newcastle, tetapi prosesnya dinilai sulit, terutama setelah kepergian Sandro Tonali dan Bruno Guimaraes dari St James’ Park.

Jika nantinya berhasil merekrut Lewis-Skelly, ada opsi untuk menempatkannya sebagai gelandang ketiga yang posisinya masih diperdebatkan di skuad United. Kendati demikian, kesan yang berkembang adalah United lebih ingin mendatangkan bek sayap natural yang bisa bersaing memperebutkan tempat starter. Dengan kata lain, prioritas utama Setan Merah di bursa ini tetaplah mencari bek kiri murni.

Chelsea: Punya Banyak Opsi di Posisi yang Sama

Di kubu Chelsea, situasinya juga tidak jauh berbeda. Klub asal London Barat itu sudah memiliki dua bek kiri, yakni Jorrel Hato dan Pep Chavarria, sehingga tidak diharapkan menambah pemain ketiga di posisi tersebut. Keputusan ini juga dipengaruhi oleh absennya Chelsea dari kompetisi Eropa musim ini, yang berarti jumlah jadwal laga mereka lebih sedikit dibandingkan klub-klub besar lainnya.

Selain itu, lini tengah Chelsea sudah sangat penuh dengan enam pemain. Potensi kepergian Enzo Fernandez dan peminjaman Dario Essugo bisa sedikit mengubah komposisi tersebut, tetapi tetap tidak cukup untuk membuka ruang besar bagi pemain baru. Oleh karena itu, peluang Chelsea merekrut Lewis-Skelly dinilai sangat kecil tanpa adanya penjualan pemain dalam skala besar.

Dampak Finansial dan Aturan Squad Cost Ratio bagi Arsenal

Sebagai pemain jebolan akademi, penjualan Lewis-Skelly akan tercatat sebagai pure profit, atau keuntungan murni, dalam laporan keuangan Arsenal. Hal ini membuat Lewis-Skelly sadar betul bahwa nilainya sangat berharga bagi klub, terutama dari sisi neraca keuangan. Ia bahkan pernah menulis keterangan “pure profit” di sebuah foto dirinya yang memegang trofi Premier League saat Arsenal merayakan gelar di Selhurst Park pada laga pamungkas musim lalu.

Namun, dampak potensial dari penjualan semacam itu kini berubah seiring diperkenalkannya aturan baru Squad Cost Ratio (SCR). Berdasarkan aturan ini, hasil penjualan pemain akan dibagi rata selama tiga musim. Dengan begitu, klub tidak lagi bisa langsung mencatatkan keuntungan besar dalam satu periode pembukuan hanya karena menjual pemain akademi.

Arsenal sendiri tengah gencar berbelanja dan perlu menjual pemain sebelum bursa transfer ditutup. Musim panas lalu, mereka memboyong delapan pemain dengan total 250 juta pound sterling. Pada jendela transfer kali ini, mereka sudah mengeluarkan lebih dari 100 juta pound sterling dan masih berencana menambah pemain baru.

Untuk menyeimbangkan kondisi keuangan, sejumlah pemain disebut-sebut bisa dilepas sebelum tenggat waktu berakhir:

Sejauh ini, Arsenal sudah melepas Christian Norgaard ke Everton seharga 7 juta pound sterling dan Leandro Trossard ke Besiktas dengan nilai sekitar 15 juta pound sterling. Meski begitu, pihak klub sadar bahwa mereka harus tetap fleksibel di pasar transfer seiring semakin dekatnya tenggat waktu. Kondisi inilah yang membuat skenario pelepasan Lewis-Skelly tidak bisa sepenuhnya dihapus dari daftar kemungkinan.

Bagaimana Nasib Lewis-Skelly ke Depan?

Lewis-Skelly sendiri telah menegaskan keinginannya untuk bertahan di Arsenal. Ia fokus bekerja keras demi menembus tim utama secara reguler di klub tempatnya menimba ilmu sejak muda. Kehadiran gelandang anyar Bruno Guimaraes, yang diboyong dari Newcastle seharga 75 juta pound sterling, memang menjadi ancaman bagi menit bermainnya.

Kendati demikian, dengan banyaknya pemain yang baru kembali dari Piala Dunia dan Guimaraes yang masih beradaptasi, Lewis-Skelly bisa kembali mendapatkan peluang emas. Ia menjadi salah satu pemain paling menonjol selama pramusim dan dipercaya menjadi starter dalam dua laga uji coba terakhir Arsenal. Tim asuhan Mikel Arteta juga akan menghadapi Manchester City pada ajang Community Shield akhir pekan ini.

Untuk saat ini, kepindahan Lewis-Skelly tampaknya belum akan terjadi dalam waktu dekat. Namun, itu tidak berarti masa depannya di Arsenal sudah pasti aman. Dengan bursa transfer yang masih terbuka, berbagai kemungkinan tetap bisa terjadi hingga tenggat waktu resmi ditutup.

Secara keseluruhan, situasi transfer Myles Lewis-Skelly menjadi salah satu kisah yang paling menarik untuk disimak di bursa musim panas ini. Di satu sisi, ia ingin bertahan dan membuktikan diri di Arsenal; di sisi lain, ketertarikan Chelsea dan Manchester United bisa saja berubah menjadi tawaran nyata. Keputusan akhir pun akan sangat bergantung pada kebutuhan Arsenal sebagai klub dan sejauh mana mereka bersedia mempertahankan pemain akademinya sendiri.

Dengan performa pramusim yang impresif dan regulasi baru yang mengubah cara klub menghitung keuntungan, Lewis-Skelly masih punya banyak cerita untuk ditulis bersama Arsenal. Namun, sepak bola selalu penuh kejutan, dan masa depannya bisa berubah kapan saja. Yang pasti, kabar ketertarikan dua klub besar itu akan terus menjadi bahan pembicaraan hingga jendela transfer benar-benar ditutup.

Exit mobile version