Kendala Ketinggian dan Persiapan Inggris Hadapi Meksiko
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengakui bahwa skuadnya mengalami masa adaptasi yang menantang di Kota Meksiko. Meski begitu, ia yakin anak asuhnya siap untuk “menulis babak baru” saat Inggris hadapi Meksiko di Stadion Azteca, kandang legendaris tim tuan rumah bersama Piala Dunia.

Pertandingan babak 16 besar ini menjadi salah satu laga yang paling dinanti musim panas ini. Faktor logistik dan lingkungan menjadi tantangan tersendiri. Inggris harus beradaptasi dengan ketinggian 2.240 meter di atas permukaan laut—sebuah venue di mana Meksiko belum pernah kalah sejak 2013. Tim tiba pada Jumat malam dan kesulitan menemukan irama permainan dalam sesi latihan terakhir mereka pada Sabtu sore.
Efek Ketinggian pada Pemain
“Kami merasakannya meski tidak berlatih,” ujar Tuchel. “Saya sendiri mengalami sakit kepala ringan di hotel dan tidur tidak senyaman sebelumnya, tapi itu masih bisa diatasi. Para pemain juga merasakannya di awal sesi latihan, namun semakin lama mereka semakin bisa beradaptasi. Kami tidak bisa mengubah kondisi fisik secara instan, setidaknya kami sudah merasakannya sehari sebelumnya agar tidak kaget saat pemanasan besok.”
Meski terkendala, Tuchel tetap santai dan optimistis. Kepercayaan dirinya terhadap kemampuan Inggris dalam menghadapi momen unik ini sangat terlihat. Sejarah Inggris di stadion ini memang kelam—kekalahan dari Argentina pada 1986 yang mengukuhkan “Tangan Tuhan” dalam memori bangsa. Namun kali ini, motivasinya berbeda.
“Tentu itu menyakitkan dan masih terasa, tapi kami tidak ke sini untuk balas dendam. Tidak ada artinya. Kami di sini untuk menulis babak kami sendiri. Tim sudah siap, semangat kami baik,” tegas Tuchel.
Kondisi Pemain Jelang Laga
Semua pemain Inggris kecuali Reece James berlatih di kompleks Club Universidad Nacional yang spektakuler—terletak di tebing curam di selatan kota dan hanya bisa diakses melalui terowongan. Tuchel menyebut kemungkinan James, yang absen dua laga terakhir karena cedera hamstring, bisa duduk di bangku cadangan meski kemungkinannya tipis. Sementara Jarell Quansah, yang absen saat kemenangan atas Republik Demokratik Kongo karena masalah pergelangan kaki, sudah berlatih penuh dan siap dimainkan sebagai bek kanan.
Kekacauan Jadwal Kick-off
Gangguan lain dalam persiapan Inggris adalah ketidakpastian aneh seputar waktu kick-off pertandingan melawan Meksiko. Pada Jumat sore, ada kemungkinan pertandingan dimajukan enam jam dari jadwal semula pukul 18.00 waktu setempat karena prakiraan badai besar. Namun tidak ada keputusan final, dan Tuchel mengatakan kekacauan itu tidak memengaruhi timnya yang sedang dalam penerbangan menuju Kota Meksiko.
“Ini hanya kebingungan untuk saya dan ofisial. Tim mungkin tidak sadar sama sekali. Kami menjauhkannya dari pemain. Begitu mendarat, semuanya sudah beres. Ini momen yang tepat untuk berada di udara selama tiga setengah jam,” ujarnya.
Sambutan Pendukung dan Keamanan
Tuchel meredam pemberitaan tentang sambutan tidak ramah dari suporter Meksiko di hotel pada Jumat malam. Ia menyebut tuan rumah “sangat hormat, sangat emosional, dan sangat mendukung tim kami”. Langkah keamanan tambahan telah diterapkan untuk mencegah gangguan tidur seperti yang dialami Ekuador saat melawan Meksiko di babak 32 besar. “Saya tidak ingin membicarakan masalah yang tidak ada,” kata Tuchel.
Saat ditanya oleh jurnalis lokal tentang isu liar bahwa Inggris menggunakan Viagra untuk mengatasi ketinggian, Tuchel tertawa bersama Jordan Henderson. “Informasi itu tidak sampai ke saya. Itu tidak benar,” tegasnya.
Ekspektasi Hadapi Permainan Cepat Meksiko
Meksiko sukses menghancurkan Ekuador di babak pertama kemenangan 2-0 mereka. Tuchel memperkirakan lawan akan kembali memulai dengan cepat. “Saya kira mereka akan mencoba memberi kami intensitas dan tekanan. Kami punya jawaban untuk itu. Ini elemen kunci tim kami—mampu menemukan jawaban atas setiap pertanyaan. Saya penuh kepercayaan bahwa kami akan melakukannya besok. Ini hanya pertandingan ikonik di panggung besar, dan kami merasakannya.”
Manajer Meksiko Jaga Pijakan Pemain
Pelatih Meksiko, Javier Aguirre, mengakui bahwa ia mungkin harus menjaga para pemainnya tetap membumi. Euforia di seluruh negeri sudah mencapai puncak, bahkan striker veteran Raúl Jiménez menyebut laga ini sebagai “pertandingan hidup kami”.
“Kelompok ini sadar di mana kami berada. Setiap pemain punya ponsel pintar dan mereka ‘panas’. Mereka tahu betul euforia dan optimisme di luar sana. Kewajiban saya adalah saat mereka terlalu percaya diri atau terlalu gembira, saya mencoba menahan mereka,” ujar Aguirre.
Lebih dari 17.000 aparat kepolisian akan diterjunkan di jalan-jalan Kota Meksiko pada hari pertandingan. Kerumunan publik besar diperkirakan terjadi, dan ada kekhawatiran besar terkait keselamatan setelah empat orang tewas dalam perayaan usai pertandingan melawan Ekuador.
Kesimpulan: Inggris Siap Tulis Babak Baru di Azteca
Pertandingan antara Inggris dan Meksiko di Stadion Azteca bukan sekadar laga biasa. Dengan segala tantangan—ketinggian, tekanan suporter, dan sejarah pahit—Tuchel dan pasukannya menunjukkan ketenangan dan keyakinan. Mereka tidak datang untuk balas dendam, melainkan untuk menulis cerita sukses mereka sendiri. Akankah Inggris mampu mengatasi semua rintangan dan melaju ke perempat final? Semua akan terjawab di lapangan.


















