Middlesbrough sedang menikmati performa impresif, dan nama Will Lankshear semakin sering dibicarakan. Pelatih kepala Kim Hellberg tidak ingin berspekulasi soal kemungkinan striker mudanya mendapat panggilan Timnas Inggris. Ia menegaskan masih banyak urusan skuad Middlesbrough yang harus dipikirkan ketimbang menebak keputusan pelatih Inggris.
Pertanyaan itu muncul setelah Lankshear mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 atas Charlton Athletic. Tambahan dua gol tersebut membuatnya mengoleksi 15 gol dalam 16 pertandingan di semua kompetisi, sekaligus mengukuhkan Middlesbrough di puncak Championship. Pemain berusia 21 tahun itu juga telah mencetak 13 gol dalam 13 penampilan Championship sejak bergabung dari Tottenham pada musim panas.

Gol Will Lankshear Jadi Sorotan di Championship
Konsistensi Lankshear di Middlesbrough terlihat dari catatan golnya di Riverside. Ia mencetak gol di hampir semua penampilannya di kandang, dengan hanya satu laga yang tidak menghasilkan gol. Ia bahkan tercatat mencetak dua gol dalam empat pertandingan berbeda, menunjukkan bahwa ketajamannya bukan sekadar hasil satu-dua laga keberuntungan.
Sejak jeda internasional September berakhir, Lankshear benar-benar panas. Ia mencetak tujuh gol dalam lima pertandingan, termasuk empat gol dalam dua laga terakhir saat Middlesbrough mengalahkan Bolton Wanderers dan Charlton Athletic. Tren ini membuat performa tim dan ketajaman Lankshear mendapat perhatian yang lebih luas, terutama karena Middlesbrough berada di puncak Championship.
Peluang ke Timnas Inggris dan Komentar Tuchel
Pintu ke Timnas Inggris senior sebenarnya tidak tertutup rapat bagi pemain di luar kasta tertinggi. Bulan lalu, pelatih kepala Inggris Thomas Tuchel mengatakan tidak akan menutup kemungkinan memilih pemain yang klubnya tidak bermain di liga top. Pernyataan itu memperbesar peluang Lankshear masuk skuad pada Jumat untuk laga Nations League melawan Spanyol dan Kroasia bulan ini.
Perbandingan dengan pencetak gol Inggris lain membuat capaian Lankshear semakin menonjol. Di Premier League, pencetak gol terbanyak asal Inggris adalah Morgan Rogers dengan lima gol, sedangkan striker Inggris paling produktif adalah Dominic Calvert-Lewin dari Leeds United dengan empat gol. Lankshear bahkan mengoleksi gol lebih banyak musim ini daripada Harry Kane, kapten Inggris dan peraih Ballon d’Or, yang mencetak 12 gol dalam 14 laga untuk Bayern Munich dan tim nasional.
Hellberg Pilih Fokus pada Skuad Middlesbrough
Hellberg sendiri memilih tidak berspekulasi soal panggilan Timnas Inggris. “Saya tidak tahu,” ujarnya ketika ditanya apakah Lankshear akan masuk pertimbangan Tuchel. Ia menambahkan bahwa pikirannya lebih tertuju pada kebutuhan skuad Middlesbrough, termasuk kemungkinan pemain masuk dan keluar, sehingga urusan Timnas Inggris ia serahkan kepada pihak lain.
Bagi Hellberg, fokus utama adalah menjaga keseimbangan skuad selama periode sibuk. Ia menyebut memiliki skuad brilian yang bekerja sangat keras dan tidak ingin terlalu banyak membahas hal di luar kendalinya. Karena itu, ia menyerahkan pembahasan soal panggilan Inggris kepada pihak yang lebih berwenang menilai.
Perkembangan Lankshear Menurut Hellberg
Lankshear bulan lalu menjadi bagian dari skuad Inggris U-21, dan Hellberg menilai sang pemain sudah lebih baik dibandingkan saat pertama kali datang ke Teesside. Kepada BBC Radio Tees, Hellberg menyebut Lankshear fantastis karena melakukan segalanya setiap hari. Menurutnya, peningkatan pemain berusia 21 tahun itu terlihat jelas sepanjang musim.
Saat baru tiba, Lankshear dinilai luar biasa di dalam kotak penalti. Hellberg kemudian mendorongnya menambah kualitas dalam permainan bertahan, dan upaya itu berjalan dengan baik. Ia juga senang melihat Lankshear mencetak gol lewat tekanan tinggi saat melawan Charlton, karena hal itu menunjukkan aspek permainan yang terus diasah. Hellberg menyebut Lankshear sebagai anak yang brilian.
Dampak bagi Middlesbrough dan Masa Depan Lankshear
Bagi Middlesbrough, ketajaman Lankshear menjadi modal penting untuk menjaga posisi di puncak Championship. Gol-golnya tidak hanya memberi kemenangan, tetapi juga membantu tim mempertahankan momentum di kompetisi yang panjang. Selama Lankshear terus mencetak gol, tekanan bagi lawan untuk menjaga Middlesbrough akan semakin besar.
Jika panggilan Timnas Inggris benar-benar datang, itu akan menjadi pengakuan atas performa Lankshear bersama Middlesbrough. Namun, Hellberg tampak tidak ingin menambah beban spekulasi kepada pemain muda tersebut. Ia lebih memilih menekankan kerja keras, perkembangan, dan kontribusi Lankshear bagi tim.
Konteks Lebih Luas: Jalan dari Championship ke Timnas
Kisah Lankshear menunjukkan bahwa performa di Championship tetap bisa menarik perhatian Timnas Inggris. Pernyataan Tuchel tentang pemain di luar liga top memberi sinyal bahwa pintu seleksi tidak hanya terbuka bagi mereka yang bermain di Premier League. Dalam konteks itu, catatan gol Lankshear menjadi argumen kuat untuk masuk dalam pertimbangan.
Sorotan terhadap Lankshear juga tidak lepas dari gaya permainannya yang disebut “Kane-esque” dalam pemberitaan, bahkan ada anggapan Tottenham mungkin menyesal melepasnya. Namun, semua itu tetap kembali pada keputusan tim pelatih Inggris dan kebutuhan skuad. Bagi Middlesbrough, yang terpenting adalah Lankshear terus menjaga performa dan membantu tim meraih hasil positif.
Kesimpulan
Kim Hellberg tidak mau terjebak dalam spekulasi soal peluang Will Lankshear ke Timnas Inggris. Ia memilih fokus pada skuad Middlesbrough, sementara pencapaian Lankshear berbicara sendiri: 15 gol dalam 16 laga di semua kompetisi dan 13 gol di Championship. Catatan itu membuat namanya layak diperhitungkan, terutama setelah Tuchel membuka peluang bagi pemain di luar liga top.
Terlepas dari keputusan yang akan diambil tim pelatih Inggris, Lankshear saat ini menjadi bagian penting dari proyek Middlesbrough. Hellberg menilai perkembangannya pesat, baik dalam penyelesaian akhir maupun kontribusi tanpa bola. Jika tren ini berlanjut, pertanyaan soal panggilan Timnas Inggris kemungkinan akan terus mengiringi performanya.




